20 Jenis Penyakit Menular, Penyebab dan Pencegahannya

20 Jenis Penyakit Menular, Penyebab dan Pencegahannya

chewonthatblog.com20 Jenis Penyakit Menular, Penyebab dan Pencegahannya. Penyakit infeksi adalah penyakit yang dapat ditularkan dari orang sakit atau orang sehat atau orang yang belum pernah terkena penyakit menular. Penyebaran penyakit dapat terjadi baik melalui perantara maupun secara langsung.

Berikut daftar penyakit infeksi yang bisa kami rangkum untuk Anda:

 1. Influenza

Flu adalah penyakit menular yang paling umum terjadi pada manusia. Flu disebabkan oleh virus. Virus influenza merupakan virus yang selalu bermutasi sehingga sistem kekebalan tubuh sulit mendeteksi virus tersebut. Karena sistem kekebalan manusia sulit untuk mendeteksi virus influenza ini, tubuh manusia seringkali lebih rentan terhadap influenza. Dalam waktu dekat, tubuh pun bisa saja terjangkit flu berkali-kali.

Media

Influenza bisa menyebar melalui sistem pernafasan dan air liur. Oleh karena itu, jika kita dekat dengan seseorang yang sedang flu, kita kemungkinan besar akan terserang flu. Agen yang terbawa udara adalah vektor influenza yang paling cepat menyebar.

Pencegahan

Menjaga sistem kekebalan tubuh dan membuatnya tidak mudah terkena infeksi virus. Misalnya dengan makan secara teratur, istirahat yang cukup, minum air putih sesuai kebutuhan, berolahraga dan menjaga pola hidup sehat, selain itu asupan vitamin terutama buah-buahan dan vitamin C dalam vitamin juga dapat menjaga kekebalan tubuh. Dijual di toko.

Tindakan pencegahan lainnya adalah dengan menggunakan masker di tempat umum, terutama bagi mereka yang sedang flu.

2. Tuberkulosis (TBC)

Tuberkulosis merupakan infeksi saluran pernapasan disebabkan oleh bakteri. Bakteri yang menginfeksi Tuberkulosis adalah bakteri yang sangat kuat. Alhasil, butuh waktu lama untuk mengobati penyakit ini. Dibandingkan dengan organ tubuh manusia lainnya, bakteri ini 90% lebih mungkin menginfeksi paru-paru. Penyakit ini biasanya ditandai dengan batuk terus menerus.

Sebaran

Tuberkulosis merupakan penyakit yang menyerang saluran pernafasan. Karena itu, penularannya juga melalui pernapasan. Dekat dengan penderita TBC bisa membuat kita tertular. Selain itu, meskipun penderita tuberkulosis batuk, hal itu mungkin merupakan cara penularan tuberkulosis.

Selain itu, menggunakan barang pribadi seperti cangkir dan sendok secara bergantian dengan penderita tuberkulosis aktif juga dapat menjadi jembatan penyebaran penyakit tuberkulosis.

Pencegahan

  • Kurangi kotak pasien dengan tuberkulosis aktif. Sekalipun kita bersentuhan, kita harus memakai topeng untuk melindungi pernapasan kita. Dan hindari berbagi barang pribadi dengan pasien tuberkulosis aktif.
  • Manajemen vaksin BCG (anak-anak)
  • Pertahankan gaya hidup yang baik dengan mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga secara teratur.

3. Muntaber

Muntah adalah penyakit radang usus yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit lain (seperti jamur, protozoa, dan cacing). Selain itu, muntah juga bisa disebabkan oleh makanan atau minuman beracun yang mengandung bakteri atau bahan kimia. Bakteri yang biasanya menyebabkan muntah adalah Escherichia coli.

Kondisi lingkungan, terutama kondisi sanitasi air yang kurang sehat, merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap penyebaran penyakit ini.

Penularan

  • Mengeluarkan cairan mulut yang tidak dibersihkan dengan benar (muntah)
  • Difusi melalui kotoran yang tersisa di air
  • Melalui selokan. Apalagi jika sanitasi air di sekitarnya masih buruk.
  • Lingkungan kurang bersih atau dalam kondisi banjir, sehingga air bersih tidak bisa didapatkan.

Pencegahan

  • Pertahankan asupan makanan yang cukup dan seimbang
  • Gunakan air bersih dalam aktivitas sehari-hari, terutama air minum
  • Cuci tangan Anda secara teratur untuk mencegah bakteri menempel di tangan Anda. Apalagi sebelum dan sesudah makan
  • Jaga kebersihan rumah dan lingkungan
  • Buang feses dan bersihkan
  • Sebelum memasuki proses memasak, harap cuci semua bahan makanan
  • Jaga kebersihan peralatan makan

4. Cacar Air

Cacar air merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster. Virus varicella-zoster menyebabkan pembengkakkan bercak merah pada kulit, melepuh dan gatal. Masa inkubasi virus penyebab penyakit cacar sekitar 2-3 minggu. Biasanya timbulnya gejala ditandai dengan peningkatan suhu tubuh.

Sebaran:

  • Cacar air bisa menyebar melalui kontak langsung dengan penderita. Misalnya berjabat tangan, atau bersentuhan langsung dengan gelembung yang meletup.
  • Cacar air juga bisa menyebar melalui udara. Misalnya, ketika seorang penderita cacar bernafas, bersin atau batuk dan menghirup udara ke dalam kita, kita dapat terkena cacar air.
  • Perantara barang pribadi pasien, seperti pakaian

Pencegahan

  • Dapatkan vaksin cacar air
  • Jagalah kebersihan diri, pakaian dan lingkungan
  • Makan makanan bergizi
  • Hindari sumber cacar air

5. Tifus

Tifus adalah penyakit infeksi pada usus halus yang disebabkan oleh Salmonella, biasanya ditandai dengan demam, suhu demam berangsur-angsur naik dan membuat penderita gemetar. Biasanya demam terjadi dan mereda pada malam hari, kemudian meningkat lagi pada malam berikutnya. Gejala lain mungkin termasuk sakit kepala, sakit perut, penurunan ritme jantung dan kehilangan nafsu makan.

Penularan

  • Melalui makanan yang terkontaminasi Salmonella. Ini mungkin karena sumber makanan yang tidak sehat atau pembersihan yang tidak tepat sebelum memakan makanan tersebut. Bahkan dalam beberapa kasus, hal tersebut dapat disebabkan oleh lalat yang menempel pada makanan yang sebelumnya hinggap di tinja penderita tifus. Pada akhirnya lalat tersebut menjadi vektor penularan penyakit tifus.
  • Melalui tangan dan kuku yang najis tanpa kita sadari, bakteri salmonella yang terdapat di tangan dan kuku kita masuk ke dalam mulut kita.
  • Melalui air yang digunakan untuk minum atau mencuci piring, gelas dan alat makan lainnya. Oleh karena itu, beberapa ahli mengatakan bahwa bahaya suplementasi air minum harus diperhatikan.
  • Melalui kulit. Bakteri ini bisa masuk melalui kulit yang robek karena luka. Mungkin bekas luka operasi, terjatuh atau luka lainnya.
  • Tifus juga dapat menyebar melalui lingkungan yang tidak bersih.

Pencegahan

  • Pastikan bahan makanan bersih sebelum dimasak
  • Cuci tangan secara teratur, sebelum dan sesudah makan
  • Bersihkan luka dan segera obati
  • Hindari makanan jalanan yang terlihat tidak higienis
  • Menjaga daya tahan tubuh.
  • Makan lebih banyak tifus.

6. Campak

Campak merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dari kategori virus paramyxo. Campak sangat menular. Biasanya gejalanya berupa suhu tubuh meninggi, batuk, radang tenggorokan, nyeri otot, dan ruam kulit. Gejala tersebut muncul sekitar 7-14 hari setelah terinfeksi virus.

Sebaran: Saat batuk atau bersin, campak menyebar melalui air liur pasien.

Pencegahan: Dapatkan vaksinasi saat Anda masih balita.

7. Pneumonia

Pneumonia atau pneumonia adalah peradangan yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit lainnya. Peradangan terjadi di alveoli (alveoli), yang seharusnya menyerap oksigen dari atmosfer. Namun, akibat peradangan, organ tersebut terisi cairan, yang menghalangi penyerapan oksigen dan membuat sulit bernapas. Gejala berkisar dari demam dan batuk hingga kesulitan bernapas.

Sebaran: udara yang tercemar oleh bakteri, virus atau parasit penyebab pneumonia dan udara yang terpapar penyebab pneumonia juga berasal dari penderita.

Pencegahan

  • Kenakan masker atau pelindung pernapasan saat mendekati sumber bahaya penyebaran pneumonia.
  • Menjaga daya tahan tubuh untuk melawan semua virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Baca Juga: Berbagai manfaat jahe, dari mencegah mual hingga melawan kanker

8. Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit menular yang menyerang hati manusia. Ini disebabkan oleh bakteri dan virus serta lingkungan yang tidak bersih, menyebabkannya menginfeksi hati dan menyebabkan peradangan.

Sebaran

  • Oral atau hepatitis menyebar melalui makanan atau minuman ke dalam saluran pencernaan.
  • Melalui cairan tubuh seperti air liur.
  • Melalui kulit, misalnya menggunakan jarum suntik bekas, alat tato atau jarum akupunktur bekas.
  • Bagikan barang-barang pribadi seperti pakaian dan perkakas.

Pencegahan

  • Menjaga kebersihan makanan dan minuman sebelum dikonsumsi.
  • Hindari pertukaran cairan tubuh, seperti air liur atau transfusi darah, jika tidak maka tidak jelas apakah cairan tubuh tersebut bebas penyakit.
  • Hindari berbagi barang pribadi seperti pakaian, perkakas, dan sikat gigi dengan penderita hepatitis.
  • Saat melakukan transfusi darah atau akupunktur, pastikan menggunakan jarum baru.

9. Penyakit PES

PES, atau demam babi, adalah penyakit yang disebabkan oleh sejenis bakteri pada tikus dan hewan pengerat lain yang dapat ditularkan ke manusia. Kutu tikus adalah vektor paling umum dalam penyebaran penyakit. Pada manusia, PES dapat dibedakan menjadi. Yakni, kelenjar getah bening PES, infeksi PES yang meluas dan PES paru-paru atau paru-paru PES.

Sebaran

  • Akibat gigitan kutu tikus, gigitan tersebut sebelumnya telah menyedot darah tikus yang terserang penyakit PES.
  • Tetesan air liur di udara pasien yang melewati paru-paru PES.
  • Kontak langsung dengan menyentuh luka atau nanah pasien PES.
  • Kontak tidak langsung dengan menyentuh permukaan tanah dengan bakteri.
  • Makanan dan minuman yang tidak bersih dan terkontaminasi bakteri.

Pencegahan

  • Bersihkan lingkungan agar tidak ada tikus di sekitar rumah.
  • Hindari kontak langsung dengan pasien PES Jika kontak langsung diperlukan, gunakan masker dan sarung tangan.
  • Menjaga asupan makanan yang bebas dari bakteri.

10. Kolera

Kolera adalah infeksi usus akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Vibrio cholerae. Bakteri bisa masuk ke saluran pencernaan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh bakteri tersebut. Bakteri ini melepaskan racun di usus, menyebabkan diare dan muntah parah. Alhasil, tubuh akan segera memasuki tahap dehidrasi.

Sebaran

  • Bakteri yang berkembang biak dan menyebar melalui kotoran manusia. Bila pembuangan kotoran di sungai akan mencemari, orang yang bersentuhan langsung dengan sungai akan tertular. Atau mungkin ikan yang hidup di sungai inilah yang kemudian dikonsumsi oleh manusia.
  • Makanan dan minuman terkontaminasi bakteri.

Pencegahan

  • Kebersihan lingkungan yang baik. Terutama kebersihan air yang digunakan untuk minum, mandi, mencuci pakaian, alat makan dan makanan untuk diolah.
  • Hindari memasak ikan atau kerang.
  • Jika anggota keluarga atau kerabat dekat terinfeksi, pisahkan barang-barang pribadi dari tempat tidur pasien agar tidak menyebar ke anggota keluarga atau kerabat lainnya.

11. Polio

Penyakit yang menyerang tubuh, terutama otot dan saraf, bisa menyebabkan kelemahan otot secara permanen. Akhirnya tubuh akan menjadi lumpuh atau bahkan mati. Penyakit ini karena virus polio yang sangat menular.

Sebaran

  • Kontak langsung dengan penderita polio.
  • Secara lisan melalui air liur pasien polio.
  • Virus menyebar melalui hidung dan mulut.
  • Pergilah ke daerah dengan sistem kekebalan yang lemah dan masih menderita polio.

Pencegahan:Vaksin polio.

12. Ebola

Penyakit yang belakangan ini menjadi perbincangan hangat adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Ebola yang mematikan. Gejala yang biasa terjadi adalah demam, sakit kepala, nyeri otot, dan muntah, yang pada akhirnya akan menyebabkan radang hati, kerusakan ginjal, dan penurunan tajam jumlah trombosit. Sejauh ini belum ada vaksin untuk Ebola yang ditemukan.

Penularan: kontak langsung dengan penderita atau kontak dengan cairan tubuh.

Pencegahan

  • Hindari pergi ke area tersebut untuk menghindari kontak langsung dengan pasien. Apalagi terkena cairan tubuh seperti air liur, kotoran atau keringat.
  • Jika Anda terpaksa bersentuhan langsung dengan pasien, harap gunakan perlengkapan keselamatan tubuh seperti sarung tangan dan masker.

13. AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome)

AIDS adalah penyakit yang menyerang sel darah putih, yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kekebalan. Akibatnya daya tahan tubuh jadi berkurang, dan mudah terserang berbagai penyakit. AIDS bisa menyebabkan kematian.

Sebaran

  • Melalui hubungan seks dengan penderita AIDS
  • Melalui cairan tubuh
  • Dengan transfusi darah
  • Itu ditularkan dari ibu hamil ke bayinya yang hamil.

Pencegahan

  • Hindari kontak dengan cairan tubuh penderita AIDS, seperti air mani, air liur, air seni, darah dan cairan tubuh penderita lainnya.
  • Bagi ibu hamil, jauhi penderita AIDS, karena sangat berbahaya bagi dirinya dan bayinya.
  • Pisahkan barang pribadi dari pasien AIDS.

14. DBD (Demam Berdarah Dengue)

DBD merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti betina. Gejala umum termasuk demam tinggi selama beberapa hari, nyeri sendi, bintik merah, penurunan tajam trombosit, dan kemungkinan pendarahan.

Penularan: Penularan melalui gigitan nyamuk Aedes betina.

Pencegahan

  • Bersihkan air di sekitar rumah untuk mencegah nyamuk Aedes menginfeksi nyamuk Aedes.
  • Tutup tempat penyimpanan air.
  • Kuras bak mandi setidaknya seminggu sekali
  • Membersihkan barang-barang lama yang ada di pekarangan rumah, barang-barang lama tersebut bisa jadi tempat lahir jentik nyamuk.

Baca Juga: Kalian Harus Tahu!!! “Hipertensi paru”

15. Rabies

Rabies merupakan penyakit yang menyerang susunan saraf pusat manusia dan hewan berdarah panas. Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies dan menyebar ke manusia melalui hewan (anjing, kucing atau monyet).

Penularan: melalui gigitan hewan atau luka terbuka.

Pencegahan: Hindari digigit binatang atau membuka luka pada binatang.

16. Panu

Di luar dugaan, penyakit kulit ini biasanya dianggap sebagai penyakit infeksi ringan. Panu membuat kulit kita bercak putih dan terkadang gatal.

Sebaran

  • Bisa jadi karena jamur pada handuk lembab atau tidak mampu menjaga kebersihan tubuh.
  • Menular dari orang lain dengan kurap biasa.

Pencegahan

  • Jaga kesehatan. Cara termudah adalah dengan mandi setiap hari.
  • Hindari menggunakan handuk cadangan.
  • Keringkan handuk setelah digunakan
  • Cuci handuk setidaknya seminggu sekali.

17. Malaria

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit Plasmodium. Parasit tersebut ditularkan dan disebarkan oleh nyamuk Anopheles. Penderita mengalami demam tinggi, menggigil, badan pegal, mual dan muntah.

Penularan: Penularan oleh nyamuk Anopheles.

Pencegahan

  • Hindari menggigit nyamuk dengan berbagai cara. Kenakan pakaian panjang atau gunakan kelambu di rumah.
  • Silakan berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum pergi ke daerah endemis malaria.

18. Cacingan

Cacingan merupakan penyakit yang masih merajalela di Indonesia. Hal ini mungkin disebabkan kurangnya kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat dan sanitasi yang buruk. Penderita cacingan akan menemukan cacing di dalam tubuhnya, Biasanya cacing ini dapat dikeluarkan melalui buang air besar atau melalui hidung dan mulut.

Penularan

  • Telur akan masuk melalui kuku dan tangan yang kotor
  • Makanan yang tidak dibersihkan dengan benar sebelum dimasak

Pencegahan

  • Cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas di luar dan saat makan.
  • Pastikan kebersihan makanan sebelum memasak
  • Potong kuku, tidak digunakan untuk memanjangkan kuku
  • Bersihkan toilet secara rutin setiap hari
  • Jagalah kebersihan diri dan lingkungan

19. Toksoplasmosis

Penyakit ini disebabkan oleh parasit protozoa Toxoplasma gondii. Infeksi parasit ini dapat menyebabkan peradangan pada bagian tubuh tertentu, seperti kulit, kelenjar getah bening, jantung, paru-paru, bahkan otak dan selaput otak. Biasanya disebarkan oleh hewan, seperti kucing, anjing dan hewan lainnya.

Sebaran

  • Melalui feses kucing atau feses hewan perantara lainnya yang terkontaminasi oleh oocyst Toxoplasma.
  • Kontak kulit langsung dengan hewan perantara yang terluka.
  • Menular dari ibu hamil ke bayi yang masih mengandung.

Pencegahan

  • Memasak makanan dan minuman dengan sempurna
  • Rawat atau hindari hewan perantara yang sakit
  • Jagalah kebersihan diri dan lingkungan

20. Disentri Hasiler

Bakteri patogen menyebabkan infeksi di usus besar dan menyebabkan tubuh terkena disentri. Gejala Wall biasanya demam tinggi, mual, muntah, lendir dan darah, serta diare parah pada tinja.

Sebaran: Karena bakteri dan patogen masuk ke sistem pencernaan melalui mulut.

Pencegahan

  • Pastikan semua makanan yang dimakan bersih
  • Cuci tangan Anda secara teratur, terutama setelah berolahraga dan sebelum makan
  • Menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan
  • air mendidih
  • Jangan gunakan air mentah saat memasak

Banyak sekali penyakit infeksi di dunia yang beberapa diantaranya berakibat fatal, sehingga perlu memperhatikan pola hidup sehat untuk merubah penyakit keseharian kita. Selain itu kita juga bisa makan 4 makanan sehat dan 5 sempurna untuk menambah kebutuhan nutrisi harian kita.

RSS
Follow by Email